What i was made for?
Berhari-hari, berminggu-minggu bahkan sudah sebulan lebih aku berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala, aku pernah dibuat sangat bahagia dalam beberapa bulan, lalu dihempaskan dengan sangat keras sampai aku sulit untuk berdiri tegak lagi.
Sedikit demi sedikit aku kumpulkan kekuatan untuk memulai hidup tanpa dia. Tanpa obrolan menyenangkan di malam hari dan tanpa ucapan selamat pagi. Setiap malam, aku perlu mengingatkan diriku sendiri bahwa aku berharga, bahwa aku harus menyayangi diriku sendiri, bahwa tidak apa-apa untuk bersedih.
Tetapi terkadang perasaan ini muncul, tidak sekali dua kali, namun berkali-kali.
Aku seringkali meragukan apakah eksistensiku ini cukup berharga? Apakah hidupku berharga? Apa gunanya aku masih ada di dunia ini?
Aku tidak mengenali diriku lagi, kegagalan hubungan yang aku coba pertahankan dengan sungguh-sungguh ternyata menghacurkan mentalku dengan sangat buruk.
Kenapa dia tidak mau berusaha sama seperti aku berusaha?
Kenapa dia mengakhiri padahal aku selalu mencoba memberikan yang terbaik?
Kenapa dia tidak melihat kesungguhanku dan upaya yang aku lakukan?
dan kenapa-kenapa yang lain, yang tidak mungkin aku dapatkan jawabannya.
Berurusan dengan perasaan memang akan selalu rumit, aku harap jika ini adalah patah hati terburukku yang terakhir. Pada akhirnya aku juga pantas kan untuk merasakan bahagia?
0 komentar